Sinopsis Strong Woman Do Bong Soon Episode 1

Minggu, Februari 26th, 2017 - Sinopsis Korea

Sinopsis Strong Woman Do Bong Soon Episode 1  : Pembuat Onar Yang Konyol.

Content and Images Copyrights by JTBC

Sinopsis Woman Do Bong Soon Part 1

Sinopsis Strong Woman Do Bong Soon Hari IniStrong Woman Do Bong Soon – Seorang anak SMA, Ahn Min Hyuk, duduk di bangku paling belakang sebuah bus dengan membawa sebuket bunga krisan putih, sepertinya dia hendak mengunjungi makam seseorang. Tapi saat berbelok, ban bis tiba-tiba pecah.

Bis itu sontak jadi oleng. Supir berusaha mengendalikannya tapi remnya blong. Jadilah para penumpang harus terpontang-panting saat supir berusaha keras belok sana-sini, berusaha menghindari berbagai tabrakan. Bis terus meluncur tak terkendali tepat menuju seorang ibu yang tengah berjalan bersama anaknya di jembatan.

Panik, sang Ibu pun langsung menamengi putri kecilnya dengan tubuhnya sendiri. Bis itu terus meluncur semakin dekat dan para penumpang saling terbanting bergulingan. Supir bis menutup mata rapat-rapat mengantisipasi tabrakan yang akan segera terjadi…

Sinopsis Strong Woman Do Bong Soon Episode 1

Sinopsis Strong Woman Do Bong Soon

Sinopsis Strong Woman Do Bong Soon

Tapi tabrakan tak pernah terjadi. Bis itu terhenti tepat di hadapan Ibu dan Anak itu. Apa yang terjadi? Dengan susah payah, Min Hyuk bangkit dan melihat seseorang yang mungil berjalan keluar dari bawah bis itu. Hmm… diakah yang menghentikan laju bis?

Min Hyuk tak melihat wajahnya karena orang itu berjalan membelakanginya dan memakai hoodie jaket. Tapi kemudian orang itu berhenti dan perlahan sedikit menolehkan wajahnya. Hoodie jaketnya pun perlahan bergerak tertiup angin…

Entah apakah Min Hyuk sempat melihat wajah orang itu atau tidak karena kemudian dia beralih melihat Min Hyuk yang terbangun tengah malam karena suara telepon. Sepertinya beberapa tahun telah berlalu, Min Hyuk sekarang memperkenalkan dirinya sebagai CEO Ainsoft.

Strong Woman Do Bong Soon

Strong Woman Do Bong Soon

Penelepon itu ternyata seorang pengancam yang memperingatkan Min Hyuk untuk menyingkirkan Albertine Chronicle atau dia akan membunuh Min Hyuk. Tapi Min Hyuk sepertinya sudah terbiasa dengan ancamannya dan tidak takut sedikitpun, malah protes “Eh kunyuk, apa kau tahu jam berapa sekarang? Terserah aja kau mau mengancamku, tapi setidaknya biarkanlah aku tidur! Hal-hal seperti ini kedengaran menakutkan hanya kalau pikiran sedang jernih! Nyebelin banget sih!”

Si penelepon tak peduli dan terus mengancam akan menghancurkan Ainsoft. Kesal, Min Hyuk langsung mematikan teleponnya dan balik tidur… lalu bangkit sedetik sambil mengutuk sebal.

Di tempat lain, seorang wanita tengah menikmati semangkok ramen saat dia mendapat sms yang mengabarkan kalau wawancara kerjanya gagal. Dia cuma menggerutu pelan, sudah terbiasa dengan penolakan. Dia lalu mengetik resume-nya lagi. Hampir semuanya sudah dia isi tapi waktu masuk bagian ‘perkenalan diri’, dia langsung menggerutu kesal.

Dia pun mulai memperkenalkan dirinya. “Namaku Do Bong Soon. Tinggal di Dobong-dong, Dobong-gu. Aku orang yang spesial.”

Dia bercerita bahwa dia memiliki sebuah rahasia. Yaitu, dia orang yang kuat, sangat kuat. Di lemarinya, tampak sebuah buku kuno berjudul ‘Sejarah Kekuatan’.

Melalui gambar komik, kita melihat tahun 1992, di hari ultah pertama Bong Soon, dia melempar meja dengan kekuatan super. Wanita pertama yang mewariskan kekuatan super ini adalah Park Gae Boon yang katanya membantai beberapa pria sekaligus dengan batu besar pada era Joseon.

Waktu dia kecil, Bong Soon diwarisi bajunya Park Gae Boon. Ada sebuah rahasia besar dibalik kekuatan super yang diturunkan dari generasi ke generasi dalam keluarganya.

Pada tahun 1862, saat terjadi pemberontakan petani dan budak di Jinju, salah satu leluhur Bong Soon yang bernama Ga Wook Bang menggunakan kekuatan supernya untuk memihak tentara kerajaan dan menjadikan dirinya sendiri kaya raya.

Tapi perbuatannya itu malah membuat kekuatannya menghilang hanya dalam waktu semalam hingga akhirnya dia menghabiskan tahun-tahun terakhir hidupnya dalam kesendirian dan menderita penyakit kusta. Sejak saat itu, wanita dalam keluarga mereka terkena kutukan, mereka harus membayar mahal perbuatan mereka jika mereka tidak menggunakan kekuatan mereka untuk berbuat kebaikan.

Akan tetapi, Ibunya – Hwang Ji Yi, mengabaikan kutukan itu. Apa yang dia lakukan dengan kekuatannya dan kelicikannya pada akhirnya membuatnya dapat karma. Pada tahun 1989, Ji Yi menggunakan kekuatannya sebagai atlet angkat besi dan dapat medali emas berkat kehebatannya.

Awalnya dia tidak punya masalah apapun karena menggunakan kekuatannya untuk membawa pulang kemenangan bagi negaranya. Tapi kemudian dia menjual semua medali emasnya demi uang dan belanja gila-gilaan. Dan sejak saat itu pula, dia menggunakan kekuatannya untuk memalak orang-orang.

Suatu hari saat dia tengah berlatih, tiba-tiba dia malah mendapati kekuatan supernya menghilang dan kutukan penyakit kulit itu menghampiri wajahnya. Saat tengah menangis seorang diri, seorang atlet angkat besi lain bernama Do Chil Gu yang biasanya selalu nakal, menghampiri Ji Yi dan menggodanya. Mereka bergulingan dan suasana diantara mereka seketika berubah jadi hot.

Lalu setelah itu, Ji Yi melahirkan anak kembar pengantin. Bayi yang keluar duluan ternyata yang cewek. Dokter melihat tangan bayi kecil itu terkepal dan saat dia mendekat untuk memperhatikan bayi itu baik-baik, bayi itu malah meninju Dokter dengan kekuatan tinju kecilnya yang super, Dokter pun tumbang.

“Dan begitulah aku, Do Bong Soon, menyapa dunia.”

Sering kali dia merasa galau karena harus menyembunyikan kekuatan supernya. Pernah suatu hari dia melihat seorang pria cabul memegangi bokong seorang wanita di subway. Wanita itu tak nyaman tapi karena keadaan subway saat itu penuh sesak, tak ada yang bisa dilakukannya.

27 tahun lamanya dia menggalau, sebagian dari dirinya ingin mengabaikan hal itu tapi sebagian lain dari dirinya ingin melakukan sesuatu yang benar. Bong Soon kesal sekali melihat pemandangan itu, tapi dia pada akhirnya dia berusaha keras untuk menahan diri dan pura-pura mengabaikannya. Dia terpaksa melakukannya walaupun sikap itu sangat pengecut.

“Aku harus menyembunyikan kekuatanku agar aku tidak jadi tontonan”

Sejak lulus SMA, dia melakukan berbagai macam pekerjaan mulai dari customer service hingga pelayan toko. Dia bahkan pernah mencoba bertani. Hal itu dilakukannya berkat saran dari Ibunya yang menyakini bahwa petani adalah satu-satunya pekerjaan yang akan awet sampai sepuluh tahun kedepan.

Ji Yi yakin kalau mereka akan kehabisan bahan bakar dan transportasi akan terhenti dan pada akhirnya mereka akan kembali hidup seperti Jaman Batu. Dan karena itulah, Ji Yi memerintahkan Bong Soon untuk menggunakan kekuatannya untuk bertani.

Dan begitulah, saat saudara kembarnya yang bernama Do Bong Ki masuk ke sekolah kedokteran, Ji Yi mengirim Bong Soon ke tanah pertanian pamannya yang sukses jadi petani organik. Ji Yi bahkan menutup toko walnut-nya demi menjadi petani. Tapi suatu hari, Ji Yi tak sengaja membuat traktornya oleng dan jatuh ke sawah.

Mengira keadaan aman, Bong Soon pun dengan santainya mengangkat traktor berat itu hanya dengan satu tangannya. Tapi tak disangka, seorang nenek dan ahjumma melihat aksinya dan langsung shock. Akhirnya misi Bong Soon belajar pertanian organik gagal.

Pada akhirnya, Bong Soon menemukan sebuah pekerjaan yang sangat cocok untuknya, game online. Di dunia nyata dia harus menyembunyikan kekuatannya yang sebenarnya, tapi dia bisa hidup bebas di dunia game online ini. “Impianku adalah mengembangkan game dimana aku yang jadi karakter utamanya.”

Bong Soon pun mulai belajar menggambar karakter game RPG. Sang instruktur memberitahu mereka bahwa hal paling penting dalam game RPG adalah mengembangkan konten yang akan terus dinikmati oleh gamer, seperti Albertine Chronicle. Dia memberitahu bahwa CEO perusahaan yang menciptakan Albertine Chronicle hanya masuk kerja seminggu sekali, sisanya dia habiskan untuk bersenang-senang.

Di tepi sungai, Min Hyuk tengah mengendarai airwheel-nya saat tiba-tiba dia melihat sosok mencurigakan sedang memperhatikan tak jauh di sana. Dia tetap meluncur dengan tenang dan orang mencurigakan itu langsung membuntutinya. Min Hyuk berhenti mendadak dan berbalik.

Kesal, Min Hyuk langsung mengejar orang itu. Sayangnya, Min Hyuk kehilangan jejaknya saat pria itu menyembunyikan diri di toilet. Dalam perjalanan pulang, Min Hyuk langsung menelepon seseorang dan memerintahkannya untuk menyediakan bodyguard untuknya.

Bong Soon mengendarai sepedanya dengan senyum riang. Dia bernarasi bahwa pada suatu hari, hal yang paling dia takuti selama ini, pada akhirnya terjadi juga. Pada saat yang bersamaan, Min Hyuk mengendarai mobilnya sambil berdendang.

Sebuah bis yang mengangkut anak-anak TK, terhalang oleh sebuah truk yang diparkir sembarangan di tengah jalan kecil. Supir tentu saja kesal apalagi supirnya tak malah tak ada di tempat. Malah seorang pria berpenampilan gangster yang muncul menghadapinya.

Supir bis tampak agak ketakutan padanya. Dia berusaha protes agar dia memindahkan truk ini. Si Gangster, Hwang Hyun Dong, tentu saja langsung balas mengancamnya dan menyuruhnya pergi. Tidak terima, Supir bis diam-diam memotret truk itu tapi malah ketahuan. Hyun Dong langsung menggebukinya.

Bong Soon kebetulan lewat. Tak ingin ikut campur, dia memutuskan menelepon polisi. Tapi ponselnya malah direbut seorang Ahjussi gangster, Kim Gwang Bok. Dia bahkan mengotak-atik ponselnya Bong Soon dan mendapati foto seorang pria berseragam polisi. Gwang Bok penasaran siapa pria ini? Pacarnya?

Bong Soon tak menjawab dan berusaha merebut ponselnya kembali. Kesal, Gwang Bok menakut-nakuti Bong Soon lalu dengan cueknya dia membanting ponselnya Bong Soon sampai hancur. Tidak terima, Bong Soon langsung menuntut ganti rugi. Gwang Bok tentu saja tidak mau dan terus mengancam akan mencabik-cabik Bong Soon.

Kebetulan pula, Min Hyun juga lewat jalan itu dan jalannya terhalang oleh kekacauan di depan. Dia keluar dan melihat si Supir dipukuli dan Bong Soon juga dipukuli oleh Gwang Bok. Bong Soon berusaha keras menahan diri tapi Gwang Bok yang tak terima dipelototi Bong Soon, malah menampar Bong Soon makin keras.

Min Hyuk tengah menelepon polisi saat kesabaran Bong Soon habis dan langsung menampar Gwang Bok sampai giginya copot lalu melemparnya sampai jauh. Min Hyuk yang membelakangi mereka, tak melihat apa yang terjadi dan terus saja memprotes kinerja polisi yang tidak becus melindungi warga.

Dua orang anak buahnya datang mau menghajar Bong Soon tapi mereka malah menjerit-jerit kesakitan saat kaki mereka diinjak Bong Soon. Jeritan mereka menarik perhatian Min Hyuk dan dia berbalik tepat saat Bong Soon mendorong satu pria dengan kekuatan supernya sampai pria itu terlempar jauh.

Kontan saja dia langsung melongo apalagi saat Bong Soon dengan mudahnya melempar pria satunya yang badannya dua kali lebih besar sampai dia terbenam di pasir. Hyun Dong baru menyadari apa yang terjadi setelah dia selesai memukuli Supir bis.

Bong Soon berusaha minta kompensasi padanya. Gwang Bok panik berusaha menyuruh Hyun Dong lari, tapi Hyun Dong kesal dengan ocehan Bong Soon dan langsung mengayunkan tangan mau memukul Bong Soon.

Refleks, Bong Soon menangkap tangannya dan mematahkan semua jari Hyun Dong. wkwkwk. Merasa bersalah, Bong Soon malah menekuk kembali jari-jari Hyun Dong dan membuat Hyun Dong jejeritan kesakitan.

Seorang gangster lain datang mau menyerang Bong Soon dengan tongkat tapi Bong Soon langsung menangkap sabuk celana pria itu dan melemparnya bak roket ke langit. Hyun Dong mau melarikan diri, tapi Bong Soon langsung menekuk tangannya lagi sambil terus menuntut kompensasi.

Dengan tangan satunya, Hyun Dong hendak menyerangnya dengan tongkat. Sontak Bong Soon langsung mendorongnya tepat ke arah Gwang Bok dan membuat gigi Gwang Bok copot lebih banyak. Gangster lain muncul menjambak Bong Soon, tapi tentu saja Bong Soon memelintir tangannya dengan mudah.

Dia melihat gangster kedua maju menyerangnya. Bong Soon pun langsung melumpuhkan mereka sekaligus dengan membanting gangster pertama ke gangster kedua. Anak-anak TK langsung bersorak-sorak.

Min Hyuk cuma bisa melongo bingung dan kagum melihat Bong Soon berjalan dengan penuh karisma bak superhero yang baru saja menyelesaikan misinya.

Mereka semua berakhir di kantor polisi. Para gangster ribut setengah mati sementara Bong Soon mondar-mandir menunggu di luar ruangan Unit Kejahatan Berat. Bong Soon galau takut ‘dia’ (pria) akan menganggapnya aneh. Berusaha menguatkan dirinya, dia pun masuk. Tapi begitu melihat salah seorang polisi muda yang tampaknya dia taksir, Bong Soon kontan gugup dan langsung keluar lagi.

Min Hyuk berjalan masuk tepat saat dia melihat Bong Soon tengah berusaha menata penampilannya bahkan menyemprot pengharum mulut lalu mulai berlatih menyapa polisi yang ditaksirnya itu.

Tepat saat dia hendak menghampiri Bong Soon, Bong Soon sudah masuk lagi ke ruangan itu. Polisi muda tampan itu bernama In Guk Doo dan dia mengenali Bong Soon. Saat dia berteriak memanggil Bong Soon, para gangster yang ribut itu kontan membeku ketakutan.

Bong Soon langsung ke mejanya Guk Doo dan langsung mesam-mesem sambil menatap pujaan hatinya itu dengan penuh cinta. Guk Doo tiba-tiba menatapnya, Bong Soon pun cepat-cepat mengubah ekspresinya. Dia menanyai identitas Bong Soon, tapi Bong Soon tak sempat menjawab karena Guk Doo tahu segala hal tentang Bong Soon dan menjawab sendiri semua pertanyaan yang dia ajukan ke Bong Soon.

Dia mengulang kronologi kejadian berdasarkan keterangan para gangster yang mereka gambarkan secara mendetil. Malu, Bong Soon langsung mempelototi mereka. Ujung-ujungnya yang bisa dia lakukan hanya menundukkan kepala. Guk Doo langsung berbisik mengomeli Bong Soon.

Semua pernyataan ini terdengar tak masuk akal dan kesaksian anak-anak TK itu tidak punya kekuatan hukum karena mereka masih kecil. Yang jadi masalah adalah kesaksian Supir bis. Jika pernyataan mereka benar adanya maka Bong Soon bisa dihukum, apalagi kalau sampai ada saksi lain.

Tepat saat itu juga, Min Hyuk muncul, memperkenalkan dirinya sebagai saksi dan orang yang melapar lalu mengkritik laporan yang kedengaran aneh itu. Alih-alih jujur memberitahukan apa yang dilihatnya, dia malah melindungi Bong Soon dengan berbohong dan mengklaim kalau anak-anak TK itu berbohong dan pernyataan mereka itu cuma karena mereka kebanyakan nonton film Avenger.

Dia menyatakan kalau kesaksiannya berbeda dari Supir bis dan mengklaim kalau Supir bis saat itu sedang tidak bisa berpikir dengan benar karena dia habis dipukuli. Dan saat diminta menjelaskan bagaimana para gangster itu bisa terluka, Min Hyuk dengan santainya bilang kalau mereka saling berkelahi sendiri.

Kontan saja para pria itu protes keras. Seorang anak TK ikut protes membantah pernyataan Min Hyuk dan mengklaim kalau Bong Soon memang memukuli para ahjussi itu seorang diri. Berpikir cepat, Min Hyuk mengambil sebuah buku hukum dan meminta anak itu membaca.

Begitu anak itu diam, Min Hyuk langsung menjadikannya sebagai bukti kalau anak-anak ini kebanyakan nonton film. Guk Doo cuma diam menatap Min Hyuk. Seorang polisi setuju kalau wanita ini tidak mungkin bisa mengalahkan para pria itu seorang diri, apalagi tanpa senjata. Para gangster sontak protes lagi, tapi begitu Bong Soon menatap mereka, mereka kontan terdiam ketakutan.

Atasan Guk Doo memerintahkannya untuk menyelesaikan kasus tidak masuk akal ini. Para gangster kontan protes lagi dan langsung diam lagi saat Bong Soon mempelototi mereka. Anak-anak TK bersorak mengagumi Bong Soon. Senang, Bong Soon diam-diam dadah-dadah ke mereka.

“Kau senang?” omel Guk Doo “Kalau kau tidak berurusan dengan orang-orang jahat seperti mereka, jangan cuma berdiam diri di rumah dan carilah pekerjaan”

Sekretarisnya Min Hyuk datang menjemputnya tak lama kemudian. Saat mereka keluar, Min Hyuk menghentikan Bong Soon, berharap dapat ucapan terima kasih. Tapi Bong Soon malah mengkonfrontasinya, kenapa Min Hyuk berbohong? Kenapa Min Hyuk melindunginya?

“Jika kau terlahir jadi pria maka bersikaplah seperti pria sejati. Jangan cuma diam dan melihat wanita bertindak. Kau seharusnya malu pada dirimu sendiri”

Bong Soon langsung pergi, meninggalkan Min Hyuk yang melongo heran, apa-apaan wanita itu? “Aish!…Seksi sekali” (LOL!)

Saat mereka baru masuk mobil, Bong Soon lewat di depan mereka dengan sepedanya. Min Hyuk langsung terpesona.

Berjalan ke kantor, Min Hyuk memberitahu Sekretaris Kong tentang kekuatan hebat wanita tadi sambil menyapa para pegawai dengan ramah.

Ayahnya Bong Soon masih menjalankan bisnis toko kacang walnut. Ibu datang tak lama kemudian untuk menagih penghasilan mereka bak preman pemalak, ia bahkan tahu kalau Ayah menyembunyikan uang di sakunya. Ketakutan, Ayah pun langsung menyerahkan semua uangnya.

Bong Soon datang tak lama kemudian dan langsung dapat omelan dari Ibu yang menuduh Bong Soon pasti main ke warnet lagi. Ibu benar-benar malu punya anak pengangguran dan tidak berguna seperti Bong Soon. Lebih baik Bong Soon menikah saja kalau begini caranya, menikah dengan pria bodoh yang punya banyak uang. Bong Soon diam saja, sudah terbiasa dengan ocehan ibunya.

Polisi masih mendiskusikan kasus ini. Kepala polisi bertanya apakah Guk Doo kenal dengan ‘Nona Avenger tadi’? Guk Doo mengiyakannya, mereka teman sekolah sejak SD. Seorang polisi lainnya memberitahu mereka kalau salah satu saksi adalah CEO perusahaan Ainsoft yang menciptakan game Albertine Chronicle.

Para korban dirawat dalam satu ruangan di rumah sakit sambil ribut mendiskusikan gadis itu. Gwang Bok meraung memanggil nama Bong Soon dengan gigi ompongnya dan penuh amarah sampai mukanya merah berasap.

Bahkan para dokter pun ribut mendiskusikan keanehan patah tulang para gangster yang aneh itu dan pasti dilakukan oleh seseorang yang sangat amat kuat.

Mereka tak menyadari saudara kembar Bong Soon ada diantara mereka dan cuma bisa terdiam mendengarkan segalanya dengan canggung. Tapi mengingat kesaksian para korban yang masuk akal, mereka menduga mungkin para korban itu sudah gila dan perlu perawatan psikiatris.

Bersambung Strong Woman Do Bong Soon part 2

Incoming search terms:

Sinopsis Strong Woman Do Bong Soon Episode 1 | afgan19 | 4.5