Sinopsis Geet ANTV Episode 35 Tayang Minggu 19 Februari 2017

Selasa, Februari 21st, 2017 - Sinopsis India

Sinopsis Geet ANTV Episode 35 Tayang Minggu 19 Februari 2017 – Geet mengambil bunga yang ada di meja dan kembali berbicara sendiri bahwa dirinya ingin tahu apa yang ada didalam hati Maan. Geet kemudian berjalan keluar dan melihat Maan yang sedang berjalan bersama Adi, tapi Geet kecewa karena Maan berjalan melewatinya begitu saja, tapi kemudian Geet senang saat Maan menoleh dan tersenyum padanya.

Geet pun berkata “dia peduli padaku”. Geet kemudian membawakan kopi untuk Maan. Geet kembali sedih karena Maan tidak berkomentar apapun. Saat akan beranjak pergi, Maan memanggilnya dan memuji kopi buatannya Geet pun tersenyum dan beranjak pergi serta berkata “dia peduli padaku”.

Sinopsis Geet Hari Ini Episode 35

Geet kemudian menyiapkan ruang rapat dengan bunga2 dan ingin tahu Maan akan memarahinya atau tidak. Semua staff melihatnya tapi mereka bubar saat melihat Maan, Geet terkejut melihat Maan. Geet takut Maan memarahinya tapi ternyata Maan tersenyum, Geet kembali merasa senang.

Sinopsis Geet

Sinopsis Geet

Saat malam, Geet duduk di depan meja, Maan melintas dan berbicara dengannya agar memanggilnya tanpa embel2 “tuan”, Geet menanyakan alasannya. Maan pun menjelaskan bahwa mereka harus berakting didepan Daadima lalu Maan berkata bahwa Geet terlihat cantik dengan pakaiannya lalu Maan beranjak pergi sambil menyunggingkan senyuman. Geet kembali tersenyum dan berkata “dia peduli padaku”.

Sinopsis Geet Tayang Sabtu 18 Februari 2017 : Sinopsis

Geet masuk ke kamarnya dengan perasaan bahagia sambil mengingat kebersamaannya dengan Maan kemarin. Geet lalu membaringkan tubuhnya dan berkata pada dirinya sendiri bahwa setelah sekian lama kini kebahagiaannya telah kembali, Geet menjadi malu dan menutupi dirinya dengan selimut saat mengingat bagaimana Maan tadi memuji penampilannya.

Dev berbicara dengan Daadima. Dia bertanya pada Daadima bagaimana reaksi Maan ketika tahu dirinya melakukan kesalahan. Daadima bertanya pada Dev apa yang telah dilakukannya. Dev mencoba menutupinya dari Daadima. Daadima pun berkata bahwa Maan akan selalu menyayanginya meski dia tidak pernah mengatakannya. Daadima menyarankan agar Dev berbicara dengan Maan.

Pagi harinya, Maan menuruni tangga dan bertabrakan dengan Geet yang mendatangi rumah utama, Maan bertanya apa yang dilakukannya. Geet berkata bahwa Daadima memanggilnya, Daadima kemudian muncul dan melihat jari Geet yang masih belum mengenakan cincin. Daadima bertanya pada Maan mengapa belum menyematkan cincin pada Geet. Maan berusaha menutup2i dan memberitahu Daadima kalau mereka ada rapat penting. Daadima memanggil mereka agar segera ke toko perhiasan. Maan kemudian mengajak Geet pergi.

Maan dan Geet datang ke kantor dan terkejut melihat dekorasi kantor dengan balon2 berbentuk hati. Tasha dan semua staff kemudian bertepuk tangan. Maan menghampiri mereka dan memandang marah pada Adi, Pinky dan Adi saling berbisik.

Lalu datang seorang wanita membawa karangan bunga, wanita itu adalah Sasha, Maan kemudian emosi dan meneriaki mereka. Sasha pun berkata bahwa dirinya dan yang lain hanya ingin menjadi bagian dari kebahagian bos nya. Maan berbicara dengan Geet agar memindah semua dekorasi tersebut. Tiba2 Daadima muncul lalu seseorang muncul membawa kue. Maan bertanya pada Daadima. Daadima mengatakan bahwa pesta akan diadakan disini, Daadima lalu membuka kotak kue.

Semua terkesima memandang kue berbentuk hati. Daadima menyuruhnya memotong kue tersebut. Saat Maan hendak memotongnya, staffnya berkomentar agar memotongnya bersama2 dengan Geet. Daadima lalu mengatakan agar mereka segera memotong kuenya. Maan dan Geet saling pandang lalu keduanya bersama2 memotong kue. Semua pun bertepuk tangan.

Daadima lalu menyuruh mereka untuk saling suap, Maan mengambil potongan kue dan menyuapkannya pada Geet begitu juga sebaliknya. Tapi saat Geet hendak menyuapkannya pada Maan, Maan melihat sebuah cincin dan bertanya2, dia pun melirik Daadima dan tahu jika ini adalah “pekerjaan” neneknya. Maan menahan tangan Geet yang akan menyuapinya, semua pun terkejut. Maan mengambil kue dari tangan Geet dan tiba2 mencium tangan Geet. Daadima terkejut sekaligus merasa senang, sementara Sasha dan Tasha terlihat cemburu.

Maan kemudian mengatakan agar para staff menikmati kuenya karena dirinya ada pekerjaan penting dengan Geet, Maan juga berterimakasih pada Daadima. Lalu Maan memeluk Geet dan sengaja berkata, “bisakah kita pergi sekarang sayangku..” lalu membawanya pergi. Pinky pun memuji mereka berdua, sementara Tasha memberikan tisu pada Sasha.

Geet masuk ke ruangan Maan dan melepas pelukan Maan lalu Geet bertanya mengapa Maan memanggilnya sayang. Maan pun berkata agar Geet mencuci muka dan membassuh tangannya agar mereka bisa berbicara dengan tenang. Geet kemudian tertawa melihat kue yang hancur berada di tangan Maan. Geet kemudian beranjak pergi.

Maan mengambil cincin diantara kue tadi dan bertanya2 apa yang akan dilakukannya dengan cincin ini sekarang.

Geet mengomel dan berkata bahwa suasana hati Maan layaknya traffic lights, Sasha dan Tasha menemuinya. Sasha mulai menghina Geet dan Geet bertanya mengapa dia selalu berbicara buruk pada dirinya. Sasha menjawab itu karena dia mengambil cara licik untuk mendekati Maan dan kali ini dia sudah melewati batas lalu Sasha beranjak pergi. Geet pun berpikir bahwa hingga hari ini semua baik2 saja, dia meminta Dewa untuk melakukan sesuatu.

Maan memandangi cincin dan meletakkannya di meja saat Geet tiba2 masuk dan mengomel. Tangan Geet menggebrak meja dan Maan pun ikut menggebrak meja untuk menutupi cincin tadi agar Geet tidak salah paham. Geet kembali mengomel dan mengatakan jika dirinya hanyalah tunangan palsu, tiba2 Geet melihat Daadima akan masuk ruangan, Geet pun mencubit mesra pipi Maan, Maan melotot tapi kemudian Geet menunjuk pada Daadima, Maan bersikap mesra dan berbicara dengan Daadima.

Daadima mengatakan untuk mengajak mereka makan malam, Maan berkata jika dirinya dan Geet akan berada disana tepat waktu. Lalu Daadima keluar, Maan dan Geet kembali berdebat. Geet menunjuk Maan dengan jarinya, Maan kemudian melihat Adi dan Maan bersikap mesra pada Geet dengan memegang tangan Geet, Geet lalu melihat Adi dan ikut bersikap mesra.

Adi berkata memerlukan tanda tangannya tapi Adi berkata akan kembali lagi nanti. Setelah Adi keluar, Geet kembali marah, telepon berdering dan Maan menyuruh Geet menerimanya. Geet pun mengomel sendiri dan berkata Maan membuatnya menjadi sekretarisnya atau tunangannya. Maan lalu melihat kedatangan Naintara, Maan mengambil cincin dimeja dan menyuruh Geet menerima telepon dari ruangannya Geet sendiri dan menyuruhnya keluar. Geet keluar dan bersimpangan jalan dengan Naintara.

Naintara masuk ruangan Maan dan bertanya mengapa dia memanggilnya ke kantor. Maan dengan menahan emosi berkata, “hingga hari ini aku masih diam demi Dev dan nenek..tapi ini sudah keterlaluan..pertama kau menjadikan Dev bonekamu .. lalu kau mencoba mengendalikan propertinya dan kesalahanmu yang ketiga adalah ikut campur dalam kehidupanku”,

Naintara mencoba bersuara tapi Maan menyelanya, “aku belum selesai..apa yang bisa ku pahami..untuk masuk ke kantorku dan memeriksa file karyawanku tanpa permisi..apa yang ingin kau ketahui tentang Geet..kau tidak akan mengetahui apapun dengan membawa file itu keluar”,

Maan pun memperingatkannya untuk menjaga sikap dan secara tidak langsung mengatakan bahwa jika Geet meneteskan air mata karenanya maka Maan yang akan membalas dendam. Maan mengatakan bahwa ini peringatannya yang terakhir. Naintara pun berpikir bahwa Maan pasti akan menghabisinya ketika dia tahu apa yang telah dilakukannya pada Geet. Naintara lalu berjalan keluar ruangan. Maan mengambil cincinnya dan berkata, “aku tidak bisa melihat air mata di matamu Geet”.

Geet berjalan di koridor dan mendengar pembicaraan Maan serta Daadima. Daadima menanyakan tentang cincin yang tersembunyi di dalam kue apakah telah dipakaikan pada Geet dan bagaimana reaksinya. Maan berpkir kalau Geet saja hanya jadi tunangan palsu nya bagaimana dia akan memakaikan cincin pada Geet.

Maan melihat Geet dan tenggelam dalam pandangannya, Daadima terus meminta jawaban Maan. Daadima lalu bertanya apakah Maan benar2 mencintai Geet. Geet lalu bergegas pergi dan Maan mengejarnya. Daadima kecewa karena Maan pergi tanpa memberikan jawaban.

Geet terus berlari ke ruang belakang dan menabrak rak lampu hingga pecah. Geet menhentikan langkahnya karena dirinya dikelilingi pecahan2 lampu tersebut. Maan mendatanginya sambil berkata seberapa jauh lagi dia akan berlari dan menghindarinya. Maan menghampiri Geet lalu menggendongnya dan meletakkannya ke ayunan. Maan kemudian mengayunnya sambil terus memandanginya.

Maan berkata, “dalam kehidupan kita mengambil keputusan dan keputusan tersebut ditentukan oleh takdir..tidak mungkin kita bisa lari dari takdir”.

Lalu Maan meraih tangan Geet dan mengajaknya berdiri. Man menunjukkan bulan di langit lalu berkata, “kau lihat itu..tak peduli seberapa banyak dia mencoba bersembunyi dari kegelapan..dia akan tetap muncul di malam hari dan itulah takdir”,

Maan menatap Geet dan melanjutkan, “mungkin ini adalah takdirku dan juga menjadi takdirmu Geet”, lalu Maan memasangkan cincin dijemari Geet. Mereka lantas menatap bulan bersama2 sambil saling menggenggam tangan.

Geet memandangi cincinnya dan teringat akan Maan. Maan yang sedang berlatih pun mengingat Geet dan berpikir mengapa membuat Geet mengenakan cincin tersebut. Maan pun menyadari dirinya terlalu emosional dan selalu kehilangan kontrol saat berada di depan Geet.

Geet berpikir jika dirinya harus memberitahu Maan tentang masa lalunya tapi Geet juga dilema apakah Maan benar2 ingin memberitahukan sesuatu padanya atau ini hanya khayalannya saja.

Pagi harinya, Geet berjalan di koridor dan berpapasan dengan Maan. Geet menjadi serba salah, Maan memandangi cincinnya dan berkata, “jika kau pergi ke kantor aku akan mengantarmu”. Geet menjawab akan pergi nanti saja,

Maan pun menanyakan alasannya. Geet menjawab, “aku tidak tahu apakah aku tunangan atau sekretarismu..jika sekretaris maka aku akan pergi dengan bus atau bajaj..aku tau kau khawatir dengan cincinmu..tenang saja..aku tidak akan menghilangkannya”. Geet kemudian beranjak pergi, Maan pun dengan emosi berkata bahwa lidahnya selalu terasa kelu dihadapan Geet.

Dikantor, Geet menuju ruangannya. Pinky pura2 tak melihatnya. Geet menghampirinya dan bertanya. Pinky melihat cincin Geet dan memujinya. Pinky ingin melihatnya, Geet membukanya dan semua staff kemudian bergiliran melihatnya. Tasha juga melihatnya dan terkesima. Sasha muncul dan menyindir Geet.

Maan muncul dan bertanya apa yang sedang terjadi, seorang staff yang terkejut menjatuhkan cincin Geet dan jatuh menggelinding ke kaki Maan. Maan memungutnya dan menatap cincin tersebut lalu membawa masuk ke ruangannya.

Geet bergegas masuk ruangan Maan. Maan menegur Geet dengan emosi karena membuka cincin tersebut dan memintanya mnghargai perasaan neneknya. Geet menjawab, “kau tahu alasan yang sebenarnya dan aku bukanlah tunanganmu..nenek tidak pernah tau tentang cincin ini..dan mengapa kau memakaikanku cincin ini”.

Maan menjawab bahwa segalanya tidak perlu penjelasan lalu Maan pura2 membaca file tapi Geet menutup dan membanting file tersebut ke meja. Geet lalu bertanya lagi pada Maan. Maan menyuruhnya untuk tidak bertanya2 terus. Maan juga kemudian mengotak atik ponselnya, Geet merebutnya. Maan hendak beranjak pergi tapi Geet menghalanginya.

Maan pun kemudian menegurnya dan berkata bahwa hanya atasan yang berhak bertanya dan bukan sebaliknya. Geet marah dan memilih pergi tapi Maan ganti mencegahnya dan berkata, “sangat sulit untuk kita menjadi teman dan kenapa kita harus bertengkar lagi sekarang dan kenapa kau mengajukan pertanyaan itu padaku..tidakkah kita bisa behagaia dengan apapun yang kita miliki”.

Geet pun teringat ucapan Maan padanya. Maan kemudian memkaikan kembali cincin ke jari Geet dan Maan menggenggam tangan Geet sambil saling berpandangan. Sasha, Adi dan dua orang (George dan Rose) masuk ruangan dengan tiba2. Rose memuji keromantisan mereka. Maan dan Geet tersadar saat Adi mulai tertawa.

Maan mengingat George dan Rose yang datang dari Switerland dan mereka adalah teman2 Daadima yang masih berhubungan dengan Daadima. George kemudian berkata ingin membuat sebuah bangunan untuk Rose. Maan dan Geet kembali saling berpandangan. Sasha lalu mengatakan jika mereka tidak membangun bungalow tapi hanya untuk bangunan yang besar tapi George bersikeras dan meminta pendapat Maan. Maan pun berkata ketika mereka mengenal neneknya maka dia bersedia melakukan proyeknya.

Naintara berjalan di koridor sambil membawa kopernya untuk segera angkat kaki setalah berbicara dengan Maan, Dev melihatnya dan bertanya. Naintara mengatakan agar Dev menceritakan semuanya pada Maan mengenai Geet maka dia akan tau apa konsekuensinya. Naintara menakut2i Dev bahwa dia adalah pelaku utamanya.

Dev membantah dan mengatakan jika semua itu adalah ide dia (Naintara), Naintara menyeringai dan berkata jika dia tidak bisa membuktikannya. Dev pun memikirkan perkataan Naintara dan berpikir bahwa ini adalah rencana lain dari Naintara untuk menunjukkan bahwa keputusannya adalah salah.

Maan dan Geet masuk ke ruangannya. Maan kembali menatap Geet dan berpikir akan membuat Geet mengerti akan cintanya melalui simbol2 cinta di bangunan bungalow milik George nanti, begitu juga sebaliknya Geet berpikir bahwa dirinya tidak akan mengungkapkan perasaannya pada Maan melalui bangunan ini.

Sasha masuk ruangan dan berbicara pada Maan mengenai desain miliknya untuk bungalow George tapi Maan terus saja menatap Geet dan mengabaikan Sasha, Maan lalu berbicara pada Geet meminta pendapatnya. Sasha kembali berbicara bahwa Geet tidak akan tahu hal seperti itu tapi Maan tetap meminta pendapat Geet dan berkata jika dirinya tidak bisa mengerjakan proyek ini tanpa bantuan Geet. Sasha merasa kesal dan meninggalkan ruangan.

Maan kembali berbicara dengan Geet mengenai bungalow tersebut, Maan berkata akan menolak pembangunannya karena dirinya tidak tahu apapun mengenai cinta sementara bungalow tersebut akan dibangun untuk cinta. Geet berkata bahwa George dan Rose adalah teman Daadima dan mereka pasti akan sedih kalau Maan menolaknya.

Geet berusaha menjelaskan bahwa mereka ingin membuat simbol dari cinta mereka. Maan pun bertanya pada Geet apakah cinta tidak penting untuknya dan apakah sulit untuknya mencintai dengan cinta. Maan menambahkan pertanyaan pada Geet apakah arti cinta untuknya, Geet memandang Maan dan berkata, “bagaimana jika aku menanyakan hal yang sama??”. Maan pun bingung dan hanya bisa terdiam ketika Geet mengulang pertanyaannya.

Bersambung Senin 20 Februari 2017

Incoming search terms:

Sinopsis Geet ANTV Episode 35 Tayang Minggu 19 Februari 2017 | afgan19 | 4.5